Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


Keluhan Warga Buket Paya: Arus Listrik Tak Stabil, Kehidupan Terganggu


KabarJW – M Hasyim, mantan Keuchik Gampong Buket Paya, Kecamatan Peudada, Bireuen, mengungkapkan keluhan mendalam terkait kekurangan pasokan listrik yang telah mengganggu kehidupan 116 kepala keluarga di wilayah tersebut selama dua tahun terakhir.

Masalah ini telah memberikan dampak serius terhadap kualitas hidup masyarakat setempat, mulai dari gangguan penggunaan peralatan rumah tangga hingga ancaman keselamatan.

"Jika malam hari, mesin-mesin rumah tangga harus dimatikan, seperti kulkas dan TV, karena pancaran layarnya bergelombang. Sanyo bisa menyala, tetapi tidak bisa memompa air, hanya ada suara saja," kata Hasyim dengan nada frustrasi, saat diwawancarai oleh KabarJW pada Minggu, 16 Maret 2025.

Ia melanjutkan, bahkan jika peralatan rumah tangga digunakan bersamaan, listrik sering kali padam. "Paling cepat lima menit atau satu jam baru hidup kembali," tambahnya.

Sebagai solusi sementara, masyarakat di Buket Paya harus bergiliran menggunakan listrik di siang hari, dengan waktu yang sangat terbatas. Bahkan, selama bulan Ramadhan, jamaah di Meunasah kesulitan mendengar pengeras suara karena listrik yang tidak memadai. 

"Pengeras suara di Meunasah kecil sekali, hampir tidak terdengar saat Tarawih," jelas Hasyim.

Lebih parah lagi, usaha bengkel las yang biasa bekerja di siang hari, terpaksa dilakukan pada malam hari karena mesin tidak mampu bertahan di siang hari, akibat ketidakstabilan pasokan listrik. Mereka pun harus mengorbankan waktu istirahat mereka.

Masalah lain perlu diperhatikan adalah kondisi jaringan listrik sudah sangat tua. Tiang listrik yang dipasang sejak tahun 1990, dan jaringan kabel dua jalur sudah berkarat, semakin memperburuk keadaan. 

Bahkan pada Januari 2025, salah seorang anak sempat mengalami sengatan listrik, meskipun beruntung berhasil diselamatkan.

"Jaringan kabelnya dua jalur sementara penggunanya sudah ratusan. Tiang besi yang digunakan sudah tidak layak pakai lagi. Kami sudah mengusulkan agar semuanya diganti," ujar Hasyim dengan penuh kekhawatiran.

Tak hanya itu, sambungan listrik di Dusun Cot Campli Buta menggunakan tiang kayu, bahkan beberapa di antaranya dipasang di pagar kebun, tentunya jauh dari standar keselamatan.

Selama menjabat sebagai Keuchik, Hasyim sudah melaporkan masalah ini ke PLN Peudada. Enam bulan lalu, PLN mengganti trafo, tetapi kenyataannya masalah pasokan listrik tetap tidak teratasi.

"Sudah pernah saya usulkan secara lisan ke PLN Peudada agar tiang besi diganti dengan tiang beton, supaya masyarakat tidak merasa was-was, terutama saat hujan lebat. Usianya sudah mencapai 35 tahun," ungkap Hasyim dengan nada penuh keprihatinan.

Menanggapi keluhan tersebut, Muhammad Amin, petugas PLN Kecamatan Peudada, mengaku bahwa kewenangan mereka terbatas.

"Keluhan Keuchik Hasyim sudah kami terima dan diteruskan secara lisan kepada Manajer PLN Bireuen," jelas Amin.

Ia menambahkan, jika laporan ini diajukan kembali dalam bentuk proposal, pihaknya siap untuk mendampingi dan melakukan tindak lanjut.

"Jaringan dua jalur memang seharusnya ditambah satu lagi supaya arus listriknya lebih kuat," terang Amin.

Amin juga mengungkapkan permasalahan teknis lainnya yang menghambat perbaikan pasokan listrik, yaitu pencurian kabel jurusan Buket Paya.

"Penyebab travo tidak berfungsi dengan baik karena kabel jurusan Buket Paya telah dicuri, sehingga hanya menyisakan suplai untuk Blang Bati," katanya.

Terkait sambungan listrik di Dusun Cot Campli Buta, Amin menjelaskan bahwa berdasarkan aturan, pemasangan tiang hanya diperbolehkan dengan panjang sambungan maksimum 35 meter. Oleh karena itu, warga di sana diharuskan memasang tiang sendiri sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, Jafaruddin Imuem Mukim Pintoe Batee mengingatkan bahwa jika keluhan ini terus dibiarkan tanpa solusi, maka akan semakin merugikan masyarakat.

"Jika masalah ini tidak segera ditangani, kami khawatir kerusakan barang elektronik di rumah warga akan semakin parah," ujarnya dengan nada tegas.

Kondisi yang dialami warga Buket Paya ini jelas menjadi perhatian banyak pihak. Listrik yang tidak stabil dan infrastruktur yang sudah uzur memperburuk kualitas hidup masyarakat.

Warga setempat berharap, agar pihak terkait segera mengambil tindakan nyata demi meningkatkan kondisi ini, mengingat dampaknya yang luas bagi kehidupan sehari-hari mereka.

 

[Afrizal/ Jurnalis Warga]

 


Posting Komentar

0 Komentar